Dhammasena Photo Gallery

Perayaan Hari Raya Kathina 2561 B.E. / 2017 & Pindapatta

Perayaan Hari Raya Kathina 2561 B.E./ 2017 dan Pindapatta Dhammasena Trisakti, 29 Oktober 2019, ENDLESS BLESSING COMES FROM A SINGLE ACT OF KINDNESS

Perayaan Hari Raya Kathina atau biasa disebut Kathina Puja adalah sebuah hari suci agama Buddha, dimana seluruh umat menunjukkan dan mengekspresikan rasa bakti serta hormat dan syukur mereka kepada anggota Ada pula yang menyebut Perayaan Hari Kathina sebagai Perayaan Hari Sangha. Hari Suci Kathina dirayakan pada bulan Kathina dalam kalender Buddhis atau setelah Anggota Sangha menjalani masa Vassa (bahasa Pali) atau varsa (bahasa Sansekerta) selama 90 hari di suatu vihara atau tempat tertentu yang tenang. Selama masa Vassa, para Sangha dengan tekun melatih diri dan bermeditasi Secara harafiah, kata Kathina (Pali, Sanskerta: Kathina) berarti keras, kuat, dan kaku. Kata ini kemudian digunakan untuk menyebut bingkai kayu yang digunakan untuk menjahit jubah bhikkhu. Juga untuk menyebut kain yang terbuat dari bahan katun. Perayaan Kathina sendiri sering kali disalah artikan sebagai sebuah Hari Kathina, karena pada Kathina merupakan suatu masa atau waktu. Namun, sebuah Perayaan Hari Kathina bisa diartikan sebagai momen dimana pada hari umat Buddha dapat berdana langsung kepada Sangha dengan terlebih dahulu melaksanakan Puja Bakti secara bersama-sama disuatu tempat.

Dalam Kathina Puja, terdapat kekhususan yang berbeda dengan hari-hari besar Agama Buddha lainnya, yaitu pada umat tidak hanya datang untuk melaksanakan Puja Bakti, tetapi turut mempersembahkan dana berupa kebutuhan-kebutuhan pokok para Sangha. Kebutuhan pokok tersebut terdiri dari jubah, makanan, serta obat-obatan. Berdana pada masa Kathina biasa disebut dengan Kathina Dana (Dana Kathina) yang berarti persembahan yang diberikan kepada Sangha. Dana Kathina mengutamakan pada Kathina civara yaitu persembahan jubah Kathina. Persembahan jubah atau persembahan lainnya di luar masa Kathina tidak bisa disebut sebagai dana Kathina. Berdana pada massa Kathina memiliki nilai yang lebih tinggi dibandingkan dana pada hari-hari biasa lainnya. Hal ini disebabkan karena memberikan dana kepada mereka yang telah berlatih membina diri dalam kemoralan memiliki pahala yang lebih tinggi dari dana yang diberikan kepada mereka yang tidak membina diri dalam kemoralan. Dengan demikian, mengikuti Perayaan Kathina ini dimaksudkan sebagai latihan melepaskan atau merelakan dalam sikap batin yang dijadikan dasar mencapai kebahagiaan dalam kehidupan bermasyarakat. Kebahagiaan yang bisa diperoleh ini adalah bahwa hendaknya apabila seseorang melakukan perbuatan baik adalah demi kebajikan itu sendiri, bukan demi pribadi seseorang yang kita sukai atau dengan maksd-maksud yang lainnya. Massa Vassa sendiri hanya dijalankan satu kali dalam setahun, oleh karena itu sangat disayangkan apabila umat Buddha melewatkan perayaan Kathina.

Pindapatta berasal dari kata Pinda dan Patta. Pinda memiliki arti gumpalan/bongkahan(makanan), sedangkan Patta memiliki arti sebuah mangkuk makan. Jadi Pindapatta berarti pengumpulan makanan dengan mangkuk yang dilakukan oleh para Bhikkhu. Kegiatan ini biasanya dilakukan pada pagi hari, dikarenakan dalam pelatihannya, seorang Bhikkhu yang sedang menjalani kehidupan sebagai samana tidak lagi mengkonsumsi makanan sejak pukul 12.00 siang sampai matahari terbit kembali. Kegiatan pindapatta dimaksudkan untuk memenuhi kebutuhan pokok Bhikkhu akan nutrisi dari makanan. Tidak hanya itu, pindapatta merupakan kesempatan bagi para umat untuk dapat melakukan perbuatan/karma baik dengan berdana untuk dapat melatih diri melepas keserakahan.

Pada bulan Kathina tahun ini, Unit Kegiatan Mahasiswa Kerohanian Buddha Dhammasena Universitas Trisakti mengadakan kegiatan Perayaan Hari Kathina 2561 B.E. / 2017 yang dilaksanakan pada hari Minggu, 29 Oktober 2017 bertempat di Auditorium Gedung D, Lantai 8, Kampus A, Universitas Trisakti, Grogol, Jakarta Barat. Tema pada perayaan Kathina kali ini adalah Endless Blessing Comes from a Single Act of Kindness. Sebuah kebaikan sederhana yang dilakukan seseorang akan berbuah karma baik dikemudian hari. Tidak hanya itu, berbuat baik khususnya berdana kepada para Sangha dalam masa Kathina, akan memberikan karma baik yang lebih mulia atas kebajikan yang telah diperbuat. Hal demikian menjadi alasan pihak panita penyelenggara Perayaan Kathina pada tahun ini untuk mengangkat tema tersebut, dengan harapan pada umat yang hadir dapat terus membuat kebajikan dalam hidupnya. Acara ini juga menjadi momen dimana umat Buddha dari berbagai kalangan dapat berkumpul bersama merayakan dan merasakan kemuliaan Kathina.

Acara yang ditunggu-tunggu ini dihadiri oleh 17 anggota Sangha dari 3 aliran yang berbeda, yaitu aliran Theravada, Mahayana, dan Tantrayana.

Rangkaian acara terbagi menjadi kegiatan Pindapatta dan Kathina Puja. Kegiatan Pindapatta dilakukan menjelang siang hari, tepatnya pukul 11.00 siang yang dihadiri sebanyak 8 anggota Sangha. Para umat sangat antusias dalam berpartisipasi dalam kegiatan ini, bahkan terlihat beberapa umat yang rela datang jauh lebih awal sebelum acara dimulai. Perayaan Kathina Puja sendiri dimulai pada pukul 13.00 siang atau setelah istirahat makan siang. Untuk mengisi kekosongan, para umat dihibur oleh penampilan Modern Dance dari Trisakti School of Management dan penampilan band dari Vihara Ekayana. Perayaan Kathina ini turut dihadiri perwakilan Pembimbing Masyarakat Buddha wilayah DKI Jakarta.

Kathina Puja diawali dengan pembacaan Dhammapada yang dilanjutkan dengan prosesi, puja bakti, Dhammadesana, sanghadana, dan blessing. Pada kesempatan kali ini, Dhammadesana dibawakan oleh Y.M. Bhante Kamsai Sumano Mahathera dengan mengambil topik yang berkaitan dengan tema kali ini. Dhammadesana yang dibawakan Y.M. Bhante Kamsai Sumano Mahathera sangat penuh makna dan penuh hikmat. Perayaan Kathina ini ditutup dengan penampilan tari seribu tangan dari Vihara Padumuttara dan penampilan akustik dari saudara Gamada. Umat Buddha dari berbagai kalangan dan KMB se-Jabodetabek turut hadir merayakan kemuliaan Perayaan Hari Kathina Dhammasena Trisakti. Perayaan Kathina berlangsung dengan lancar dan penuh hikmat. Dengan menanam bibit kebajikan melalui dana yang dikumpulkan tentunya akan membuahkan karma baik dikemudian hari.

Kesuksesan Perayaan Hari Kathina 2561 B. E. / 2017 Dhammasena Trisakti tidak luput dari kerja keras panitia dan dukungan dari segenap pengurus Dhammasena Universitas Trisakti. Seluruh panitia dan pengurus bersama-sama mempersiapkan rangkaian acara dari persiapan hingga akhir acara. Terlebih adanya dukungan dari para anggota, alumni Dhammasena Trisakti, pihak Universitas Trisakti serta berbagai sponsor yang telah mensponsori acara Perayaan Hari Kathina dan Pindapatta ini.

Kami segenap panitia dan pengurus Dhammasena Universitas Trisakti mengucapkan terima kasih kepada seluruh umat yang datang dan semua pihak yang turut mendukung demi

kelancaran dan mensukseskan Perayaan Hari Kathina 2561 B. E. / 2017 Dhammasena Trisakti. Tak lupa pula kami ucapkan terima kasih kepada seluruh volunteer yang telah meluangkan waktunya untuk berperanserta dalam kegiatan ini.

Seandainya seseorang bertemu orang bijaksana yang mau menunjukkan dan memberitahukan kesalahan-kesalahannya, seperti orang menunjukan harta karun, hendaklah ia bergaul dengan orang bijaksana itu. Sungguh baik dan tidak tercela bergaul dengan orang yang bijaksana. (Dhammapada, Pandita Vagga, Syair 76)

Selamat Kathina 2561 B. E. / 2017 . . . Anumodana